Satelit, dan objek kecil lainnya

WIKIPEDIA

SATELIT

Di antara delapan planet yang ada di Tata Surya, diketahui terdapat enam planet dan tujuh planet katai yang dikelilingi oleh paling sedikitnya 290 satelit alami. Setidaknya 19 di antaranya berukuran cukup besar sehingga memiliki bentuk bulat karena pengaruh gravitasi; semuanya tertutup oleh kerak es kecuali Bulan di Bumi dan Io di Jupiter. Beberapa satelit alami terbesar telah mencapai kesetimbangan hidrostatik sehingga dapat dianggap sebagai planet katai ataupun planet apabila berada dalam orbit yang langsung mengitari Matahari dan tidak berada dalam keadaannya saat ini (mengitari planet atau planet katai).

Satelit alami


Satelit alami masing masing planet

Merkurius, planet terkecil sekaligus yang terdekat dari Matahari, tidak memiliki satelit alami atau setidaknya tidak ada satelit alami yang terdeteksi hingga diameter 16 km (9,9 mi). Selama beberapa waktu pada tahun 1974, Merkurius dianggap memiliki satelit alami.

Venus juga tidak memiliki satelit alami, meskipun laporan mengenai keberadaan satelit alami di sekitar Venus telah beredar sejak abad ke-17.

Bumi memiliki satu Bulan, satelit alami terbesar di antara seluruh planet kebumian yang ada di Tata Surya. Bumi juga memiliki lebih dari 20 benda langit dengan orbit yang serupa dengan orbit Bumi, termasuk di antaranya asteroid 3753 Cruithne dan 469219 Kamoʻoalewa, dan satelit temporer 2020 CD3; namun karena benda-benda langit ini tidak mengorbit Bumi secara permanen, maka tidak dianggap sebagai satelit alami. (Lihat Satelit lain Bumi dan Satelit kuasi.


Bulan

Deimos
Phobos
Mars juga memiliki dua satelit alami yang diketahui, yakni Fobos dan Deimos (dinamakan menurut nama pengikut Ares, seorang dewa perang dalam mitologi Yunani, padanan Mars dalam mitologi Romawi). Pencarian keberadaan satelit lainnya tidak membuahkan hasil, dengan menempatkan radius maksimal satelit lain pada 90 m (100 yd).

Jupiter memiliki 95 satelit alami dengan orbit yang diketahui; 72 di antaranya telah menerima sebutan numerik permanen, dan 57 sudah diberikan nama. Delapan satelit alami beraturannya dikelompokkan ke dalam satelit Galileo yang berukuran seperti planet dan kelompok Amalthea yang berukuran jauh lebih kecil. Satelit-satelit alami tersebut dinamakan memurut nama kekasih Zeus, padanan Jupiter dalam mitologi Yunani. Di antaranya adalah Ganimede, satelit alami dengan diameter dan massa terbesar di Tata Surya. Sebanyak 87 satelit alami tak beraturan Jupiter yang diketahui dikelompokkan ke dalam dua kategori: prograde dan retrograde. Satelit prograde terdiri dari kelompok Himalia dan tiga satelit lainnya dalam kelompok yang sama. Satelit retrograde dikelompokkan dalam kelompok Carme, Ananke, dan Pasiphae.

Saturnus memiliki 146 satelit alami dengan orbit yang diketahui; 66 di antaranya telah menerima sebutan numerik permanen dan 63 telah diberikan nama. Kebanyakan dari satelit-satelit alami tersebut berukuran cukup kecil. Tujuh satelit alami berukuran cukup besar untuk mencapai kesetimbangan hidrostatik, termasuk Titan, satelit alami terbesar kedua di Tata Surya. Termasuk satelit alami berukuran besar ini, 24 satelit Saturnus juga berbentuk beraturan, dan dinamakan menurut nama para Titan atau tokoh lain yang berkaitan dengan tokoh mitologi Saturnus. Sebanyak 122 satelit alami lainnya berbentuk tak beraturan, dan diklasifikasikan berdasarkan karakteristik orbitnya ke dalam kelompok Inuit, Norse, dan Gallic, dan namanya dipilih dari berdasarkan tokoh mitologi yang berkaitan dengan nama kelompok tersebut. Cincin Saturnus tersusun dari partikel-partikel es dengan ukuran yang beragam mulai dari satu sentimeter hingga ratusan meter, yang masing-masing memiliki orbitnya sendiri terhadap planet ini. Oleh karena itu, jumlah pasti satelit alami Saturnus tidak dapat diketahui, karena tidak terdapat batas objektif antara objek-objek kecil tanpa nama yang tak terhitung jumlahnya yang membentuk sistem cincin Saturnus dan objek-objek dengan ukuran lebih besar yang dinamakan sebagai satelit alami. Setidaknya 150 "satelit kecil" yang tertanam dalam cincin telah terdeteksi berkat gangguan yang ditimbulkannya pada material cincin di sekitarnya, meskipun hal ini diperkirakan hanya merupakan sampel kecil dari keseluruhan populasi objek tersebut.

Uranus memiliki 27 satelit alami yang diketahui, lima di antaranya memiliki massa yang cukup besar untuk dapat mencapai kesetimbangan hidrostatik. Terdapat 13 satelit alami yang mengorbit di dalam sistem cincin Uranus, dan sembilan satelit alami tak beraturan bagian luar lainnya. Tidak seperti kebanyakan satelit alami planet lainnya, satelit alami Uranus dinamakan menurut nama karakter dari karya Shakespeare, dan karya Alexander Pope, yakni The Rape of the Lock.

Neptunus memiliki 14 satelit alami yang diketahui; satelit yang terbesar, Triton, menyumbang lebih dari 99,5 persen dari keseluruhan massa objek yang mengitari planet ini. Triton berukuran cukup besar untuk mencapai kesetimbangan hidrostatik, namun terbilang unik untuk satelit besar karena memiliki orbit retrograde yang menunjukkan bahwa satelit ini merupakan planet katai yang ditangkap oleh Neptunus. Neptunus juga memiliki tujuh satelit beraturan bagian dalam yang diketahui, dan enam satelit tak beraturan bagian luar.

Kontan Lifestyle

Objek kecil lainnya

Asteroid

Benda langit yang terbentuk dari sisa-sisa pembentukan tata surya. Asteroid dapat berasal dari Sabuk Asteroid atau Sabuk Kuiper. Sabuk asteroid terletak diantara orbit Jupiter dan Mars, sedangkan sabuk kuiper terletak di luar orbit Neptunus

Meteoroid

Benda langit yang terbentuk dari pecahan asteroid. Meteoroid yang terpengaruh gravitasi bumi disebut meteor, sedangkan sisa meteoroid yang sampai ke bumi disebut meteorit.

Komet 

Komet atau bintang berekor adalah benda kecil selanjutnya yang terdapat di luar angkasa. Komet merupakan anggota sistem tata surya kita yang mempunyai lintasan sangat lonjong. Benda-benda ini memiliki eksentrisitas orbit tinggi, secara umum perihelionnya terletak di planet- planet bagian dalam dan letak aphelionnya lebih jauh dari Pluto. Komet berasal dari bahasa Yunani Komet yang berarti rambut. Komet tersusun atas senyawa-senyawa amonia, metana, air dan silikat yang biasanya dikenal sebagai es volatil. Bagian komet terdiri dari kepala yang merupakan bagian padat dan ekor komet yang berupa gas yang selalu menjauhi Matahari dan berubah-ubah ukurannya. Ketika sebuah komet memasuki tata surya bagian dalam, jarak nya yang dekat dengan matahari menyebabkan permukaan esnya bersumblimasi dan berionisasi, yang menghasilkan ekor gas dan debu panjang, yang sering dapat dilihat dengan mata telanjang.

BICARA INDONESIA


Referensi 

Wikipedia : https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_satelit_alami

Kontan Lifestyle : https://lifestyle.kontan.co.id/news/3-benda-benda-kecil-yang-ada-di-tata-surya-selain-bintang-dan-planet#:~:text=Asteroid%20dan%20meteorid%20merupakan%20beberapa,sampai%20ke%20bumi%20disebut%20meteorit.

Bicara Indonesia : https://youtu.be/34Z-PrpEFzA?si=bUaVIkmSYFIwKU0c



Comments

Popular posts from this blog

Fenomena yang pernah tercatat di tata surya di tata surya

Tata Surya, Pembentukan dan evolusinya

Planet pada tata surya